MENABUR DEDIKASI DI ATAS TANAH ATADEI
Catatan Pengabdian Nasarius Ola, S.Ag: Totalitas, Kolaborasi, dan Kesetiaan hingga Garis Akhir
Hari berganti, tahun berjalan, namun jejak-jejak langkah kaki itu akan selalu tertanam lekat di tanah Lewaji, Kecamatan Atadei. Bagi masyarakat Lembata, nama Nasarius Ola, S.Ag bukan sekadar nama seorang birokrat pendidikan. Beliau adalah sebuah simbol dari keteguhan hati, sebuah potret nyata dari seorang pendidik yang memilih jalan sunyi demi menyalakan lilin-lilin ilmu di beranda pedalaman. Lahir pada 28 Juli 1966, pria yang menutup masa dinas formalnya sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan NIP 196607282006041008 ini, telah resmi memasuki gerbang purnatugas. Ia menyudahi sebuah perjalanan panjang yang dipahat dengan pilar-pilar utama: disiplin, tegas, setia, dan totalitas tanpa batas.
Kedisplinan yang Menjadi Teladan, Ketegasan yang Mengubah Keadaan
Memimpin sebuah institusi seperti SMP Negeri Satu Atap (Satap) Lewaji bukanlah perkara mudah. Di tengah keterbatasan fasilitas penunjang dan tantangan geografis khas wilayah terpencil, Nasarius hadir membawa nakhoda kepemimpinan yang kokoh. Di bawah arahannya, disiplin bukan sekadar aturan tertulis di papan pengumuman, melainkan sebuah denyut nadi harian. Beliau adalah orang pertama yang mencontohkan ketepatan waktu, etos kerja, dan tanggung jawab administratif.
Sikapnya yang tegas sering kali menjadi benteng moral bagi lingkungan sekolah. Ketegasan seorang Nasarius bukanlah kemarahan yang menakutkan, melainkan sebuah kepastian hukum dan prinsip yang tak dapat ditawar jika menyangkut masa depan anak didik serta penegakan nilai etika. Dari ketegasan itulah lahir inovasi-inovasi penting di dalam sekolah. Beliau selalu mendorong para staf pengajarnya untuk melangkah keluar dari zona nyaman demi kemajuan karier mereka.
Totalitas Tanpa Batas: Mengabdi Tanpa Hitungan
Bagi Nasarius, mengabdi adalah tentang memberikan segalanya. Kata "Total dalam Mengabdi" adalah puncak yang merangkum seluruh hakekat kerjanya. Beliau mencerminkan prinsip bekerja tanpa sisa—mencurahkan seluruh waktu, pikiran, dan tenaga tanpa hitung-tungan untung dan rugi. Bagi beliau, mengabdi tidak selesai saat lonceng pulang sekolah berbunyi. Pintu rumahnya selalu terbuka untuk berdiskusi dengan para guru atau menerima kunjungan orang tua murid yang membutuhkan solusi pendidikan.
Totalitas beliau diuji dan terbukti lewat kesetiaannya bertahan di wilayah Satap Lewaji yang sarat tantangan akses. Beliau tidak pernah menjadikan status "sekolah satu atap" di pedalaman sebagai alasan untuk menurunkan standar kualitas. Beliau menolak menyerah pada keterbatasan geografis Atadei, dan justru menjadikannya bahan bakar untuk membuktikan bahwa anak-anak di pelosok Lembata berhak mendapatkan mutu pendidikan setingkat kota. Menempatkan profesi PNS bukan sekadar sebagai mata pencaharian, ia menghidupi pekerjaannya sebagai sebuah ladang amal dan ibadah yang suci.
Nakhoda Kolaborasi: Merajut Sinergi di Wadah MKKS dan MGMP
Nasarius Ola sangat menyadari bahwa kemajuan pendidikan di wilayah terpencil tidak bisa dicapai dengan berjalan sendiri-sendiri. Ego sektoral harus diruntuhkan demi kemajuan bersama. Oleh karena itu, kontribusi nyata beliau secara signifikan terlihat melalui keterlibatan aktif di wadah Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kecamatan Atadei.
Di forum MKKS, beliau menjadi mitra diskusi yang kritis sekaligus solutif bagi sesama kepala sekolah tingkat SMP di wilayah Atadei. Beliau aktif menyuarakan strategi pengelolaan sekolah, bertukar pikiran dalam upaya memajukan pendidikan di wilayah kecamatan Atadei. Beliau berkontribusi dalam kemajuan MKKS Atadei.
Setia dalam Tugas, Melayani Multidimensi
Namun, jika ada satu kata yang paling sakral untuk menggambarkan sosok Nasarius Ola, kata itu adalah Setia. Kesetiaan beliau adalah sebuah kesetiaan yang utuh—sebuah panggilan hidup (vokasi) yang melampaui batas-batas dinding kelas. Pengabdian Nasarius mengakar kuat dalam "Tiga Pilar" kehidupannya: Pendidikan, Gereja, dan Masyarakat.
Sebagai seorang Sarjana Agama (S.Ag), ruang pelayanannya meluas hingga ke altar dan stasi gerejani di wilayah Keuskupan Larantuka. Beliau mengintegrasikan nilai-nilai iman, kasih, dan pengorbanan ke dalam etos kerja sehari-hari di sekolah, sekaligus aktif membina karakter religius kaum muda di paroki. Di tengah masyarakat, ia adalah tokoh panutan tempat warga meminta nasihat. Beliau berdiri di garis depan dalam melestarikan nilai adat dan budaya dan berpartisiapsi dalam kegiatan sosial kemasyarkatan.
Sebuah Warisan yang Abadi
Kini, lonceng sekolah di SMPN Satap Lewaji mungkin tidak lagi berdentang mengiringi kehadiran fisik Nasarius Ola, S.Ag setiap pagi. Masa purnatugas telah tiba, menandai akhir dari babak pengabdian formalnya kepada negara sebagai seorang aparatur sipil negara. Namun, apa yang telah ia tanam tidak akan pernah pensiun.
Warisan kepemimpinannya yang disiplin, ketegasannya dalam memegang prinsip, totalitasnya dalam bekerja, serta semangat kolaborasi yang ia tularkan di MKKS dan MGMP akan terus hidup. Nilai-nilai itu telah bermetamorfosis menjadi karakter para guru yang pernah ia bimbing, ia jumpai dan menjadi pemantik semangat bagi para alumni yang kini tengah merajut masa depan di berbagai penjuru.
Selamat memasuki masa purnatugas, Bapak Nasarius Ola, S.Ag. Terima kasih atas setiap peluh, doa, pikiran, dan kesetiaan yang telah Anda wakafkan bagi peradaban di tanah Atadei. Tugas formal boleh usai, namun tempatmu di hati masyarakat, gereja, dan dunia pendidikan Atadei akan selalu abadi.
Oleh: MKKS Kecamatan Atadei.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Kidung Refleksi di Ujung Musim: Membaca Jiwa SMP Negeri 2 Atadei
Lerek, 15 Juni 2026 Ketika matahari Juni condong ke barat, membiaskan warna keemasan di atas tanah Lerek yang tangguh, genta tak kasatmata berbunyi di selasar SMP Negeri 2 Atadei. Hari